INGATAN TENTANGNYA

“Kak! Udah jam 6, ngantor ngga hari ini…?” – saat ia membangunkanku di pagi hari.

” Dadah kakak, dadah kakak, yang rajin ya di kantor…” – ucapnya setiap pagi di ujung gang rumah, sambil dadah ceria.

” Kakak ini mama sediain 50ribu ya, nanti makan siang beli aja, apa aja. Harus makan.” – ucapnya begitu, setiap hari semasa SMP.

“Jangan ribut, nanti mama remes mulutnya pakai cabe nih, mau…?!” Mama lagi capek nih. – ucapnya marah, ketika aku dan adikku bertengkar sewaktu kecil dan beliau sedang memasak di dapur.

“Barbienya jangan dimainin ya, dipajang aja.” – katanya, sembari membuka lemari pajangan kaca di ruang tamu.

“Eh?! Kakak, lagi kenapa itu? lagi nangis kak?…” – tanyanya, setiap mendengar aku nyanyi lagi korea atau jepang. Dia suka bercanda seperti itu.

“Ayo.. buruan, ngapain sih lama-lama di kamar, kaya jadi tambah cantik aja.”  – ucapnya pedas ketika mengajak aku pergi, tapi aku mematut diri lama di kaca kamar.

“Jangan nonton mulu, kaya tambah bikin pinter aja…” – katanya kesal, apabila aku nonton sampai larut malam sewaktu masa sekolah.

“…Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi, walau air mata… dipipiku…” – suaranya merdu, menyenandungkan lagu Ayah, sambil jemarinya lincah bermain di atas tuts keyboard. Lagu yang dimainkannya sewaktu aku kecil, dan membuatku ingin belajar bermain piano setelahnya.

“Gak usah belajar masak sekarang, nanti juga bisa sendiri. Mama belajar waktu udah menikah, gampang masak itu…liatin aja sekarang, jangan kotorin dapur mama.” – ucap almarhumah apabila aku memintanya mengajarkanku masak, dariiiii dulu, jawabannya gak pernah berubah, bahkan sampai aku besar.

“Bisa diem ga…? nanti mama cubit nih.” – ancamnya, apabila aku overacting kepada penumpang lain di angkot sewaktu kecil.

“Kakak mau masuk IPS…? Beneran mau belajar disana? Ya udah… nanti mama yang ngadepin papa.Tapi bener belajar yang bener ya disana…! – ucapnya saat pertama kalinya memintaku bertanggung jawab atas pilihanku sendiri. I admire her for that.

“Kakak yang mana yang sakit…? Sakitnya pindahin ke mama aja yaa.” – ucapnya sembari mengelus kepalaku saat aku sakit.

“Kakak kucel banget sih ke kantor, gak dandan sama sekali, malu tau sama yang lain.” – ucapnya saat di tahlilan om-ku, aku datang setelah pulang kerja.

“Gak usah debat sama mama lah, kaya bener aja ngomongnya…” – katanya marah apabila aku mulai berdebat dengannya, ketika aku sudah dewasa.

“Kamarnya dirapiin kak, disapu, dipel. Minimal kamar ajalah… Gak mau kan nanti kalau udah menikah dipulangin sama suaminya.” – almarhumah mengingatkanku untuk selalu membersihkan dan merapikan rumah, minimal kamar sendiri.

“Bu…ibu, ini saya kembalikan anaknya ya bu, maaf ya, soalnya anaknya gak bisa ngapa-ngapain, bebersih aja gak bisa.” – almarhumah saat menirukan misal ada laki-laki yang mengembalikan aku ke beliau karena gak bisa bersih-bersih.

“Sini…sini…itu, liatnya dari sini. Tuh… masih colang-caling ubinnya. Coba pel lagi.” – ucapnya saat mengajarkan aku cara mengepel yang benar.

“Kakak kan cantik, berpendidikan, punya kerjaan, cari duit sendiri, kamu juga gak pernah minta dia untuk kasih makan kamu kan…? kamu juga gak minta dia untuk biayain hidup kamu, kan…? Jadi kenapa kamu kaya memohon cinta sama orang kaya gitu…? Mama gak akan ngebiarin anak mama mohon2 cinta sama laki-laki.” – almarhumah berujar keras saat ada seorang pria yang janji datang menemui orang tua-ku sebulan sebelumnya, dan pada saat hari H, ternyata dia mengingkari janji dan memilih pergi dengan wanita lain, padahal mama sudah membantuku menyiapkan masakan untuknya. Boro-boro dia berani datang ke-rumah, dia juga menjelaskan-nya saja setelah seminggu lebih whatsapp-ku tidak dibalas. Aku anggap dia pengecut kelas kakap, pembohong dan culas karena perkataannya tidak sesuai perbuatannya. Dan aku bersyukur aku tidak berjodoh dengannya, karena mungkin dia memang tidak baik untukku. Itu sempat menjadi titik terbawah di hidupku, karena sebelumnya aku baru putus dengan mantanku, dan setelahnya ternyata aku lebih terjatuh lagi, pelajaran belum berakhir, 2015 adalah tahun suramku. Tapi ucapan almarhumah mama selalu terngiang di telingaku dan menjadi penguatku pada akhirnya.

 

Sebenarnya masih banyak nasehat, petuah, wejangan, larangan almarhumah lainnya, yang mungkin akan terlalu panjang jika dibahas sekarang. Dan aku tetap ingin dapat menuliskannya di suatu hari lain nanti.

Ketika aku menuliskannya, mungkin itu suatu tanda bahwa aku sedang kangen-kangennya dengan beliau. Iya… kalau kupikir, aku sangat kangen mendengar suara beliau…

Kutitipkan salam untuk mama melalui tulisan ini.

We love you.

 

 

 

Gea. Bella. Papa.

 

 

 

 

 

BEAUTY CLASS WITH MAKE OVER – STARESTRUCK

Hello beauty lovers,

Jadi ceritanya beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 9 April,  diriku ikutan beauty class-nya Makeover di AEON Mall. Awal ikutan ini karena liat IG-nya “Makeoverid”  dan langsung tertarik karena mereka lagi mengangkat tema “starestruck”, yang kalau diriku liat dari instagramnya sih starestruck ini mengenai permainan eyeliner untuk mempercantik dan menambah skill make up kita, PLUS dapat sertifikat lagi. Cuss lah langsung daftar.

Acaranya menyenangkan, karena selain mendapat kenalan baru, juga ternyata tidak hanya belajar mengenai eyelinernya saja, tetapi juga cara mengaplikasikan make up secara keseluruhan, dimulai dari pengaplikasian primer sampai pemakaian bulu mata.

Aku sendiri sih pas awal datang ke lokasi emang sengaja dari rumah gak pake make up sama sekali, karena udah yakin aja, kalau pasti bakalan diapus juga, jadi yaaahhh… hemat make up lah. Hahahaha..

Alat-alatnya seperti brush, sponge, bahkan tissu dan cotton buds sudah disiapkan oleh pihak Makeover, jadi gak perlu bawa berat-berat lagi dari rumah, walaupun daku bawa juga sih… beberapa brush, dan bener aja… ternyata digunain.

Untuk brush-nya, don’t expect long normal brush, because they only provided small, i can even say it mini brush.

20160409_105727

TOOLS AND PRODUCTS PREPARED

Produk yang digunakan, sudah pasti kita pakai produk make over mulai dari primer-nya sampai blush dan lipstik. All products are Makeover. Well… for me, i think it’s good because i can learn about one brand products. Kualitasnya gimana dan apa aja yang kira-kira cocok untuk kulit gue.

Tapi sebenernya aku sendiri punya beberapa kekecewaan atas workshop ini, gapapa ya Makeover… daku ungkapkan disini… supaya dirimu lebih baik lagi kan. Semakin baik dan semakin berkualitas tentunya untuk beauty workshop ke depannya nanti, dan pasti makin banyak nanti peminatnya.

  1. Menurutku sih… agak kurang sesuai dengan poster iklan dari beauty class itu sendiri yang daku liat di IG-nya Makeoverid.
Screenshot_2016-04-23-07-41-31-1

STARESTRUCK BY MAKEOVER

Kalau dari poster-nya ekspektasi gue adalah belajar buat eyeliner tumpuk seperti di poster tersebut, but in fact… we only made one winged liner. Yaaa… agak kecewa sih sebenernya.

2) Sebenernya gue expect suatu beauty class itu, cara belajarnya adalah tidak hanya dengan mengaplikasikan make-up ke wajah kita sendiri, tetapi juga mengaplikasikan ke wajah orang lain, (make  partner).

Karena kalau yang dari gue liat di lokasi, kebanyakan yang ikut beauty class ini 80% nya udah pada jago make-up, minimal basic make-up untuk mereka sendiri. Jadi maksudku adalah, tantangannya itu cara kita mengaplikasikan make-up ke orang lain yang mana contour wajahnya pasti beda dengan diri sendiri.

Karena ternyata kita juga ga belajar eyeliner tumpuk tersebut. 😦

3) Tempat mengadakan acaranya agak sempit kalau menurutku, diadainnya kan di hongtang AEON. dan… tidak menggunakan mic, jadi suara sayup-sayup terdengar oleh peserta yang duduk di belakang. Akhirnya kita bolak-balik nanya ke make-up artistnya yang emang ada deket kita.

“udah sampe mana sih mba?”

atau…

“udah sampai pengaplikasian contour dan bronzing belum mba?”

dll…

Tapi jangan khawatir, walaupun ada kekecewaan… ada senengnya juga sih:

  1. Dapat kenalan baru.
  2. Belajar pengaplikasian make-up dari awal sekali (using primer) sampai pemakaian bulu mata. jadi untuk peserta yang memang benar-benar belum bisa make-up sama sekali, otomatis hal ini sangat membantu mereka sekali, dan jadi nilai plus banget.
  3. In my opinion, gue jadi belajar produk-produk makeover secara keseluruhan dan bisa menentukan mana sih yang cocok untuk kulit gue, terutama untuk base-nya.Macam primer, foundation, concealer, dll. This is very good thing.
  4. Dapat sertifikat. Yeay! Emang sih… bukan sertifikat kehandalan atas hal yang kita pelajari, hanya certificate of attendance, tapi…. bagi aku itu sudah menyenangkan. Karena ini bener-bener pertama kalinya aku ikutan beauty class. Selama ini kan secara belajarnya otodidak yaaa…. hahahaha.
  5. Dapat Goodie bag dari Makeover dan dapat voucher dari hongtang. Yeaaayyy!

This is my result, (before and after):

20160409_125310

TAMPAK SAMPING

Here is the certificate and the goodie bag:

Isi goodie bagnya, satu lipstik, satu eyeliner dan katalog dari Makeover.

Thank you Make over 🙂

20160409_131223

CERTIFICATE

Screenshot_2016-04-23-11-27-30-1

THE GOODIE BAG

Kulitku lagi gak oke banget pas ikutan beauty class ini, lagi banyak jerawat dan warna kulit lagi kusam banget. :((

Again…

Thank you Makeover.

See you in next beauty classes, pasti bakalan aku ikutin lagi kalau aku tertarik dengan temanya.  :* :*

See you in next posts beauty lovers.

Back to December 2014

Selamat malam…

Tiba2 pengen nulis cerita flashback nih di bulan Desember 2014. Jadi judul diatas bukan judul lagu Taylor Swift ya..

Tahun lalu, tapi lebihin beberapa hari dari tanggal 17, kami berempat (saat itu masih ada mama) dan seseorang yang sempat ada di hati dan sekarang menjadi lebih mirip seorang kakak besar (eyaaaa) makan kecil syukuran ulang tahun papa di PIM. Saat itu mama agak membaik keadaannya walaupun Januari akhirnya sempat masuk rs lagi, tapi kami di Desember sempat merayakan ulang tahun papa bersama.

Mama nangis waktu itu, karena papa dipikirnya “hilang” dan tidak dapat menemukannya, karena waktu parkir kami diturunkan di lobi. sampai akhirnya kami selesai makan papa belum ketemu juga. Bella dan mama katanya udah ngiterin PIM tapi ga ketemu juga, sampai akhirnya balik ke restoran mama terlihat sedih dan capek sekali. Akhirnya bergantian dengan aku dan Mas Riza yang mencari papa. Alhamdulillah papa dapat ditemukan, ternyata papa menunggu di lobi depan tempat dia menurunkan kami. Padahal kami seharusnya makan bersama akhirnya papa makan sendirian. Sedih kalau diingat ingat, tapi pasti akan selalu ingat hal tersebut.

Karena sepertinya itu terakhir kalinya kami makan bersama untuk merayakan sesuatu. Karena pas ulang tahun mama di bulan Juni kemarin, keadaan mama seperti sudah susah kemana2, malas bergerak, maunya di rumah terus. Sampai akhirnya di bulan Juli tanggal 18 pas idul fitri hari kedua, beliau tutup usia. Teringat terus sebenernya sama mama. Akan ada banyak hal pasti akan terlewati tanpa mama, salah satunya hari ini, ulang tahun papa dan 22 November kemarin perayaan ulang tahun pernikahan papa dan mama. 

Mama…
Semoga mama sudah tenang disana, cuma doa yang gea bisa kirimkan untuk mama. Maaf sampai mama tutup usia, gea belum bisa mewujudkan salah satu cita-cita mama, ngeliat gea menikah. Semoga siapapun itu yang akan menjadi suami gea nanti, gea harap dia akan jadi imam yang baik untuk keluarga kami nanti.

image

Surprise untuk papa di ulang tahunnya tahun 2015

Special thanks to Beatrice dan Yordan yang turut membantu surprise kecil untuk papa. 😘☺

image

Xo.

Gea Irraselda A.

(twitter/instagram: @gwea)

30 DAY WRITING CHALLENGE | DAY6

Day 6: Fiveways to win your heart

I just realized, i havent post my day 6 challenge. It’s late. I know.. Who cares?

Today, i played a lot with one of my best good friend. Hahaha.. why i said that? because sometimes i feel she is my best friend, but sometimes not. Hahahahaha… anyway.. she’s still a good friend of mine.

We already be friended since almost 5 years ago. that’s a long journey of friendship and still continue i hope. Sometimes we fight, sometimes we calm. But one thing for sure, when you get close to someone, either it’s a friendship or in relationship you’ll know their strength, their weakest moment, you share tears, joy and still accept them in any situation.

Today i want to share about five ways to win my heart. It’s not that hard, considering i think i’m pretty adaptable to any kind of situation and people. But to really be in my inner circle, it’s kinda challenging.

1) Be genuine

Yes. Genuine in everything you said, everything you do. Maybe you can compare it with honesty. Almost the same thing, but i like to use ‘Genuine’ word in this matter. Because i think honest is only about what you said, while genuine it includes your attitude amd behaviour. I don’t mean that you need always to be polite to me. No…
What i mean is. Just be yourself when you’re with me. Don’t try too hard, i can sense fakeness.

2) Be Funny and Have Serious Side

Yes. I love funny people, who doesn’t?
You don’t have to be comedian, i don’t mean that. But at least, you have sense of humor, don’t take everything too seriously. Sometimes we need to laugh, and yes, i like people who can make me laugh out loud.

But…. of course in the other hand, you need to have a serious side, a side when if i need to talk something important, i can ask your advice and your opinions, i can share all things and secrets in my life and you’ll keep them and give a feed back in either serious or fun ways.

3) Have Self-Confident

Why self-confident is important to me? Well, for me it’s one of important thing if you want to be my friend and even more want to be my boyfriend.

We, as human being, need to socialize. And it sometimes we do our social thing with different people with different backgrounds and different places. Sometimes those people are high maintainance people and even the spots we visit, and sometimes not.

For me, the problem with people with lack of self confident, they don’t want to socialize with many people, like they use their ‘shyness’ as an excuse to not to socialize with them and living in their mind that they are enough only knowing some other people in their only environment.

I can’t babysit those kind of people. I’ll just leave them alone.

4) Be Understanding

For me it’s more like accepting people as who they are. This is apply especially in relationship. Like.. accept me for who i am, with all my strong and weak moment, with all my tears, joy, my angry times, my dull times, etc.

5) Have passion

You need to have something you like to do, like your own world. It’s okay if it’s not the same thing like mine. In the end we can share our stories and stuffs about our passion, about our dreams, our journey to reach that dream. That means.. we learned from each other, in friendship and in relationship.

image

See you in my next posts. I know it’s late to post this. But… who cares, anyway?

Xo.

Gea Irraselda

(twitter/instagram: @gwea)

30 DAY WRITING CHALLENGE | DAY 5

Day 5: List 5 places you want to visit

Talking about places i want to visit, it reminds me that these days i haven’t traveled, going on vacation. When my mom was still alive, she used to asked us having holiday, even if it means only going to Bandung, but it’s still a holiday for us.

I have list aboit places i want to visit since long ago. So.. i think this is good, i can show and maybe talk about it a little.

1) Trolltunga, Norway

image

2) Neal’s Yard, London

image

3) Gili Trawangan, Indonesia

image

4) Kjeragbolten, Norway

image

5) Maldives

image

Okay…
Thats all for today. It’s late and im sleepy.

See you in my next post.
Xo.

Gea Irraselda A.

(twitter/ instagram: @gwea)