BEAUTY CLASS WITH MAKE OVER – STARESTRUCK


Hello beauty lovers,

Jadi ceritanya beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 9 April,  diriku ikutan beauty class-nya Makeover di AEON Mall. Awal ikutan ini karena liat IG-nya “Makeoverid”  dan langsung tertarik karena mereka lagi mengangkat tema “starestruck”, yang kalau diriku liat dari instagramnya sih starestruck ini mengenai permainan eyeliner untuk mempercantik dan menambah skill make up kita, PLUS dapat sertifikat lagi. Cuss lah langsung daftar.

Acaranya menyenangkan, karena selain mendapat kenalan baru, juga ternyata tidak hanya belajar mengenai eyelinernya saja, tetapi juga cara mengaplikasikan make up secara keseluruhan, dimulai dari pengaplikasian primer sampai pemakaian bulu mata.

Aku sendiri sih pas awal datang ke lokasi emang sengaja dari rumah gak pake make up sama sekali, karena udah yakin aja, kalau pasti bakalan diapus juga, jadi yaaahhh… hemat make up lah. Hahahaha..

Alat-alatnya seperti brush, sponge, bahkan tissu dan cotton buds sudah disiapkan oleh pihak Makeover, jadi gak perlu bawa berat-berat lagi dari rumah, walaupun daku bawa juga sih… beberapa brush, dan bener aja… ternyata digunain.

Untuk brush-nya, don’t expect long normal brush, because they only provided small, i can even say it mini brush.

20160409_105727

TOOLS AND PRODUCTS PREPARED

Produk yang digunakan, sudah pasti kita pakai produk make over mulai dari primer-nya sampai blush dan lipstik. All products are Makeover. Well… for me, i think it’s good because i can learn about one brand products. Kualitasnya gimana dan apa aja yang kira-kira cocok untuk kulit gue.

Tapi sebenernya aku sendiri punya beberapa kekecewaan atas workshop ini, gapapa ya Makeover… daku ungkapkan disini… supaya dirimu lebih baik lagi kan. Semakin baik dan semakin berkualitas tentunya untuk beauty workshop ke depannya nanti, dan pasti makin banyak nanti peminatnya.

  1. Menurutku sih… agak kurang sesuai dengan poster iklan dari beauty class itu sendiri yang daku liat di IG-nya Makeoverid.
Screenshot_2016-04-23-07-41-31-1

STARESTRUCK BY MAKEOVER

Kalau dari poster-nya ekspektasi gue adalah belajar buat eyeliner tumpuk seperti di poster tersebut, but in fact… we only made one winged liner. Yaaa… agak kecewa sih sebenernya.

2) Sebenernya gue expect suatu beauty class itu, cara belajarnya adalah tidak hanya dengan mengaplikasikan make-up ke wajah kita sendiri, tetapi juga mengaplikasikan ke wajah orang lain, (make  partner).

Karena kalau yang dari gue liat di lokasi, kebanyakan yang ikut beauty class ini 80% nya udah pada jago make-up, minimal basic make-up untuk mereka sendiri. Jadi maksudku adalah, tantangannya itu cara kita mengaplikasikan make-up ke orang lain yang mana contour wajahnya pasti beda dengan diri sendiri.

Karena ternyata kita juga ga belajar eyeliner tumpuk tersebut. 😦

3) Tempat mengadakan acaranya agak sempit kalau menurutku, diadainnya kan di hongtang AEON. dan… tidak menggunakan mic, jadi suara sayup-sayup terdengar oleh peserta yang duduk di belakang. Akhirnya kita bolak-balik nanya ke make-up artistnya yang emang ada deket kita.

“udah sampe mana sih mba?”

atau…

“udah sampai pengaplikasian contour dan bronzing belum mba?”

dll…

Tapi jangan khawatir, walaupun ada kekecewaan… ada senengnya juga sih:

  1. Dapat kenalan baru.
  2. Belajar pengaplikasian make-up dari awal sekali (using primer) sampai pemakaian bulu mata. jadi untuk peserta yang memang benar-benar belum bisa make-up sama sekali, otomatis hal ini sangat membantu mereka sekali, dan jadi nilai plus banget.
  3. In my opinion, gue jadi belajar produk-produk makeover secara keseluruhan dan bisa menentukan mana sih yang cocok untuk kulit gue, terutama untuk base-nya.Macam primer, foundation, concealer, dll. This is very good thing.
  4. Dapat sertifikat. Yeay! Emang sih… bukan sertifikat kehandalan atas hal yang kita pelajari, hanya certificate of attendance, tapi…. bagi aku itu sudah menyenangkan. Karena ini bener-bener pertama kalinya aku ikutan beauty class. Selama ini kan secara belajarnya otodidak yaaa…. hahahaha.
  5. Dapat Goodie bag dari Makeover dan dapat voucher dari hongtang. Yeaaayyy!

This is my result, (before and after):

20160409_125310

TAMPAK SAMPING

Here is the certificate and the goodie bag:

Isi goodie bagnya, satu lipstik, satu eyeliner dan katalog dari Makeover.

Thank you Make over 🙂

20160409_131223

CERTIFICATE

Screenshot_2016-04-23-11-27-30-1

THE GOODIE BAG

Kulitku lagi gak oke banget pas ikutan beauty class ini, lagi banyak jerawat dan warna kulit lagi kusam banget. :((

Again…

Thank you Makeover.

See you in next beauty classes, pasti bakalan aku ikutin lagi kalau aku tertarik dengan temanya.  :* :*

See you in next posts beauty lovers.

Advertisements

8 thoughts on “BEAUTY CLASS WITH MAKE OVER – STARESTRUCK

  1. Kalau menuruku memang kebanyakan program beauty class makeover lebih menekankan ke penjualan produk Mba dg membayar 200rb itu artinya kita beli produknya + beauty class sebagai tambahan jarang bgt aku liat makeover mengadakan acara yg khusus buat belajar bener2 belajar ;*

    http://goo.gl/LbSQC5

    Like

  2. Halo, terimakasih udah sharing ya 🙂

    Aku sama banget pemikirannya sama kamu. Sekarang sih aku stop ikut event yang bilang ‘beauty class’ berbayar. Kecuali beauty class yang profesional, bisa bawa partner untuk didandani. Kalau untuk self makeup rasanya sudah cukup bisa lah. Aku lumayan sering waktu itu ikut-ikut event beauty class berbayar, dari yang murah sampai yang harganya lumayan, 400 ribuan. Menurutku sama aja, nggak ngaruh buat aku. Karena yang dipelajari hanya itu-itu saja, hanya basic.

    Beda dengan beauty class yang aku ikuti di sekolah makeup gitu ya, waktu itu ada promo di Groupon jadi coba-coba ikutan. Dengan 249 ribu, aku bener-bener belajar dari pagi sampai sore, sekitar 5-6 jam an. Jadi ngga asal, ngga cuma selling product. Kalau beauty class yang diadakan brand makeup emang gitu sih rata-rata.

    Pernah juga bayar makeup class brand yang mahal2 banget, katanya kita bakal diajarin sama makeup artist brand tersebut. Pas udah mulai, dari awal sampai akhir aku ngerasa dia bukan makeup artist, tapi cuma beauty assistant yang biasa dandanin orang. Agak kesel sih, gak dapet ilmu apa-apa, yang ngajarin juga hasilnya gak bagus di model.

    Huhu maaf jadi curhat
    Mampir ya ke blog aku 🙂
    http://nikenrosececiora.blogspot.co.id/

    Like

    • haaaiii niken,

      ini udah lama banget ya comment nya.. maaf baru sempat reply comment dan balik ke blog.

      iya ken, menurutku juga gitu sekarang, dibandingkan ikut beauty class dari brand make up mending ikut kursus make up yang seharian. teknik yang diajarkannya jg lebih pasti dan lebih banyak. 🙆👌

      have a nice weekend yaaa.
      *karena besok sabtu dan mau weekend*
      😊

      Like

  3. Hmm, makasih banget sharingnya. Kenapa tulisan ini baru nongol di google hari ini ya? 😦

    Aku belajar dandan baru-baru ini, dan itu pun karena niat yang agak ambisius: bisa dandan sendiri untuk nikahan. Aku kurang suka dengan konsep riasan di Indonesia yang entah kenapa kudu pangling melulu. Dan dari situ aku malah jadi mulai coba dandan dan keracunan main warna sampai sekarang.

    Aku masih pemula banget sih, belum pernah jajal ke ranah riasan dramatis. Tapi aku juga pernah baca-baca tentang riasan fotografi, jadi aku pun mulai menimbang seperti apa riasan yang harus dibuat. Dari situ aku kepikiran untuk iseng ikut beauty class. Kemarin ada punya Wardah, tapi setelah lihat pengalaman orang yang ikut, kok kelasnya terkesan ecek-ecek. Paletnya kotorlah, macem-macem. Akhirnya aku ngincer kelasnya Make Over yang mentornya dari MUA.

    Tapi sebenernya aku grogi juga. Kayanya yang kebanyakan ikut kok memang yang udah pada jago dandan dan yang cenderung centil ya. Aku jadi takut nggak nyambung ntar sama peserta lain soalnya selama ini aku tomboy sekali wkkwkwkw. Baca tulisan ini aku jadi makin khawatir kalau yang didapet gak sepadan. Kayaknya memang sebenernya jual produk secara terselubung ya. Aku lihat beauty class MO yang lain juga kasih goodies berupa lipstik.

    Like

    • halo nurio,

      hahahaha… aku ketawa2 baca sharing kamu juga. karena salah satu alasan aku dulu untuk belajar make up itu sama kaya kamu; supaya bisa dandan sendiri untuk acara nikahan. 💪👍

      iya nih, kalau menurut pendapatku sepertinya kalau memang mau bekajar make-up memang lebih baik mengikuti make-up course aja. ilmu yang didapat lebih pasti dan lebih banyak.

      sekarang banyak make-up course kilat yng cuma sehari atau dua hari belajarnya. macamnya bennu makeup, anpanasuha make up, dll. walaupun… ilmu yg didapatkan pasti tetap terbatas karena waktunya masih sedikit. paling hanya 1 atau 2 tema. tapi… teknik yang diajarkan sudah pasti lebih banyak dibandingkan ikut bws brand make-up.

      Like

      • Hahaha, terus gimana mbak akhirnya? Apa jadi dandan sendiri?

        Sebenernya aku ini tomboy sekali dan nggak suka dandan. Tapi tiap kali mengeluhkan hasil riasan kebanyakan MUA lokal, kadang sesama temen perempuan seolah bilang, “Halah rasain ntar pas nikah juga menor.”

        Ehh, memang dasar akunya yang keras kepala. Bukannya ambil jalan mudah sewa MUA, aku milih belajar aja. Padahal ujung-ujungnya juga keluar duit banyak buat coba-coba produk dan investasi kuas. Gimana coba?

        Tapi dari satu aku jadi kepincut dan mengubah pendapat soal dandan. Awalnya dari ngubek-ngubek Female Daily sih, terus ke vlogger dan blogger. Dan racun itu tidak berhenti melandaku.. e__e

        Ternyata lihat banyak gradasi diwarna dibaur cakep di muka tu keren dan seru banget. Cuma ya, sekali tomboy tetap tomboy. Aku kurang suka menganggap dandan itu “mempercantik diri”. Sejauh ini aku lebih semangat untuk melihatnya sebagai ajang kreativitas atau melukis diri deh.

        Menurutku nggak papa sih kalau ada yang menjadikannya ajang kecantikan. Kan ekspresi diri beda-beda. Tapi aku nggak nyangka aja ternyata aku pun bisa menerjemahkannya sesukaku dan asyik nyaman bermain warna. Malah jadi curhat 😀

        Balik lagi ke rias nikahan, berarti mending hubungi MUA langsung dan tanya apa bisa kursus privat 1-2 hari gitu ya? Aku sekarang nggak begitu ambisius semata-mata untuk rias nikahan lagi sih. Tapi ternyata memang susah karena rias fotografi beda dengan rias sehari-hari. Dan bingungnya lagi, masih banyak hasil riasan MUA yang menurutku aneh, jadi aku bingung mengambil referensi. Katanya harus lebih “berani” dari yang biasanya untuk melawan pencahayaan lokasi nanti. Tapi berani yang “bener” tu kaya apa kok mukanya jadi beda nggak kenal.

        Oh ya, ini beauty class Make Overnya kayanya diadakan di beberapa kota dan masing-masing mengundang MUA yang berbeda. Moga-moga sih agak lebih berbobot, walau aku pernah baca review pas bareng Lizzie Parra, ternyata jelasinnya kecepeten untuk pemula.

        Like

        • Hai Nurio…

          Aku mulai tertarik nyoba2 make-up itu tahun 2011an, lanjut terus karena ternyata tempat kerja sekarang juga mendukung banget hobi “coba-coba” ku ini. Walaupun memang lebih banyak belajarnya dari vlogger2 luar.

          Entah kenapa sampai sekarang aku masih lebih suka dandan sendiri dibandingkan ke salon misal untuk ke kondangan, hahaha, abisan kalau dandan di salon kadang suka gak sesuai sama kemauanku. (banyak mau) ^^

          Memang bener sih itu, untuk rias nikahan yang ada unsur fotografinya nanti, biasanya memang harus lebih tebal dan cover (flawless) dibandingkan rias harian, karena nanti kebanting sama cahayanya. (terutama untuk pengantinnya yaaaa….) kalau untuk tamunya, agak lebih tebal saja gapapa…. 🙂

          Kalau memang mau belajar serius, bisa sewa MUA-nya langsung, biar dapat tips and tricknya juga kan, bukan sekedar tekniknya. 🙂

          Sukses terus yooo belajar make-upnya.

          Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s